Minggu, 19 September 2010

BB
Apakah BB itu? Sebut saja Bau Badan (bukan nama sebenarnya). Sebuah merk telepon selular yang lagi ngetrend di negeri ini.
Betapa herannya si saya, begitu banyak orang yang make si Bau Badan kemana-mana.
Semua orang khusyu sama hengpun ini. Semuanya nunduk, jari-jari pencet-pencet tombol trus senyum-senyum sendiri. Hampir semua orang cakep pake Bau Badan. Apakah saya harus beli BB biar tampak cakep? Hahahha.
Termasuk juga seorang mba-mba cantik yang kebetulan duduk samping saya pas pulang kampung kemaren. Rok mini, baju kekurangan bahan, kacamata gede, putih, cantik dan sombong *orang cantik emang sombong uy, hahaha*. 10 menit sebelum landing, ada semacam bunyi sms. Dan keluarlah si Bau Badan dari tasnya si mba. Yang artinya, selama perjalanan si hengpun ngga dimatiin. Yang artinya, sebenernya keselamatan kami selama 1 jam lebih itu ngga terjamin.
Sayang, cantik-cantik kok ngga pinter. BB’s effect? Entahlah. Yang pasti banyak dari kita yang terjebak sama euphoria kemajuan teknologi. Bahasanyaaah!

Celana Legging oh Celana
Ini juga jenis celana yang belum ngetrend pas si saya berangkat ke Japun dulu.
Oh well, saya sebenernya uda terbiasa sih ngeliat cewek-cewek Japun berbaju mini dan bercelana legging. Tapi mereka ngga berjilbab. Sedangkan disini? Fast fashion effect? Entahlah. Ngga bisa komen banyak, toh si saya juga belon bisa berbusana yang baik dan bener, kekekeke.

Pengemis jaman sekarang
Ini sih cerita lama. Ngga usa ditanya, dari jaman dahulu sekali uda ada yang namanya pengemis. Ok lah, sering ngerasa kasihan sama mereka-mereka itu. Mereka juga yang membuat si saya bisa bersyukur bisa makan enak tiap hari.
Tapi suatu hari di pintu keluar parkiran sebuah mall, seorang anak berumur belasan tahun menyapa saya sambil bilang: mba, minta dua ribu mba.
Hloh, ini minta-minta kok nyebut harga. Efek dari dikeluarkannya duit 2rb-an kali ya, halah! Tanpa mengurangi rasa hormat, rasa kasihan saya luntur seketika.

Lagu mendayu dayu
Di negeri ini lagi musim lagu-lagu yang bikin pusing kepala (bagi sebagian orang termasuk saya).
Yak, inilah yang paling bikin geuleuh. Unreasonable bgt, si saya ngga suka sama lagu yang liriknya kira-kira begini:
Luka luka luka…. Bertubi tubi tubi… dst dst dst..
Ajaibnya, para pengamen tahu kalau si saya ngga suka sama lagu itu. Dan mereka tampak semangat sekali menyanyikan lagu itu tiap pagi di bis jemputan. Duh!
Selain lagu itu, ada lagi lagu dangdut yang dipopulerkan sama duo cewek cantik. Ngga tau kenapa, lagu itu juga berhasil merusak mood saya.
Seperti sebelumnya, pengamen pun semangat merusak mood saya di pagi hari. Dan kacaunya, si saya jadi hafal! Fufufufufu.

hahahaha udahan ah, ntar disambung lagi :)
kegagalan dalam hal cinta cintaan pernah bikin aku menilai diri kalo aku ini bukan sesuatu yg pantes buat disayang . 
ak bukan sesuatu yg bisa membuat org bahagia dan bangga . 
aku berfikir bahwa aku hanya seorang pengganggu . 
hal itu cukup terpupuk di memori otakku sudah lumayan lama . 
karena pengalaman yg tidak mengenakan itu, aku berubah menjadi gadis yang murung, cenderung mudah emosi, setiap hari kerjaku hanya mengeluh saja . iri hati . curiga . jelek semua !
aku ga pernah lg bisa percaya sm orang lain dengan mudah .
dan aku ga pernah bisa cerita sama siapa siapa . karena aku tau masalah ku ini pasti cuma masalah yg umum untuk sebagian orang . malah masih banyak masalah masalah yg lebih berat dr pd masalah ku yg ini . tapi ga tau kenapa aku merasa masalah ini sangat berat .
sampai pada suatu hari disaat aku terlarut dalam sujud ku, terlintas beberapa gambaran tentang masa depan ku . aku bahagia disana . disana aku tersenyum lebar sekali.
itu apa ?? aku juga ga tau.
sesudah sholat, aku berdoa dan tiba tiba meneteskan air mata . 
aku menangis meratapi semua . 
dalam doaku aku memohon,aku bercerita pada NYA dan berharap DIA mau mendengarkan sesuatu yg sangat biasa ini dr doa seorang hambanya .
ternya DIA memang maha sempurna. alhamdulilah,aku ditemuin sama seseorang yg notabene nya aku sm dia belum pernah ketemu sm sekali . tapi ya allah, baiknya melebihi orang yg kenal aku lebih lama . dan ga tau kenapa saat itu juga aku suka dia .
sekarang dia ada bersama ku :)
i love you 




[my zupper today is]
"biarkan lah sesuatu terjadi seperti apa mau nya terjadi, jangan pernah memaksakan jika memang itu bukan untuk mu. karena sesuatu yg dipaksaan tak akan berakhir dengan indah. cintai apa yg ada di hadapan mu, cobalah tersenyum untuk nya, resapi dan yakini bahwa sesuatu yg berbeda bisa jauh lebih baik dr pada sesuatu yg terlihat jelas,tetapi sebenarnya membawa benda tajam dibelakang punggungnya dan siap menjatuhkan mu kapanpun dia mau."

wanita,sekarang renungkanlah.
apa yang membuat mu menjadi sesuatu yg "bahagia" dihari ini.
bayangkan dia kini ada dihadapanmu, tersenyum kearah mu , dengan pandangan mata teduhnya...mulutnya akan segera berucap sesuatu yg sering kau dengar setiap hari. maka kali ini sebelum dia berkata sesuatu,katakanlah lebih dahulu untuk nya bahwa kau SANGAT MENCINTAINYA JUGA :)
HELLO :)
pernah ga ngerasain suka sama orang tapi sampe gila??
maksudnya tergila gila ..
suka banget ..
sampe rasanya tuh tiap detik kepikirannya dia melulu .
tangan ga pernah mau berhenti ngetik sms sampe bengkak .
mata di bela belain sampe berkantong gara gara ngebela belain nemenin "dia" yg lg insomnia .
atau berjam jam nongkrongin handphone demi untuk cepet ngebales setiap message yg masuk dari "dia"..

pernah ga??

kalo aku sih pernah .
2 kali aku ngalamin jatuh cinta sampe gila .

ngalamain itu menurut aku cuma bikin emosi aku naik turun .
asli jadi ribet banget .
karena, setelah di liat-liat.. banyak sekali rugi nya dari pada untung.
kenapa??
nih ya ..

pertama,
pulsa bakalan cepet abis cuma buat hal ga penting kaya nanya nanya dia lg apa? udh makan apa belum? tidur jam berapa semalem? dan lain lain .
dan pertanyaan seperti itu, bakalan kita lakuin dalam setiap hari nya .
sampe tuh orang yg baca jadi bosen gara-gara itu .

kedua,
terkadang posisi kita saat "jadi gila" itu adalah di pihak pertama .
maksud nya, kita menjadi peran / tokoh utama yg mencintai org itu .
jadi masih belum ketauan apakah si org yg setiap hari kita ganggu itu merasa senang atau justru malah bosen tapi ga enak sm kita nya.

tapi ada juga loh yg sama sama bahagia terus bisa langgeng penuh cinta sampe tua.
tapi sih kebanyakan cuma bertepuk sebelah tangan aja.

kerugiannya emg cuma 2 hal,tapi rasa nya dalem dam ga enak banget kalo kita ada di posisi itu.

hmm

akujadi inget pepatah orang jaman dulu yg ternyata banyak banget benernya .
pernah denger istilah ini?
" lebih baik dicintai dr pada mencintai" atau yg ini " kalo suka sama sesuatu jgn terlalu suka,biasa aja takut nanti kalo jatuh sakit rasa nya"

yaaa kurang lebih begitu lah..
dan ternyata survey membuktikan kalo itu semua emg beneran ga enak rasanya.

renungan pagi ini yg aku dapet adalah, aku mulai akan membiasakan diri mencintai sesuatu dgn cara yg biasa dan aku akan menghargai sesuatu yg mencintai gue secara luar biasa.
it's great think, isn't it??



Selasa, 07 September 2010

UNTITTLED

kau beri aku lilin, ku pegang erat, kau nyalakan apinya sumbunya terbakar, meleleh, tumpah dijariku
panas, sakit, lilinnya habis, apinya padam, sinar pun padam,
dan ini sebuah kesalahan mengapa lilinnya tak ditiup saja? haha

lilin itu perasaanmu, lilin itu kasih sayangmu.
kau beri aku lilin = kau beri aku kasih sayang.
ku pegang erat lilin itu agar tak jatuh.
ku jaga hatiku agar tak terbagi dengan yang lain
tapi jangan kau pegang terlalu erat, nanti lilinnya patah!
kau boleh sayang padanya tapi jangan terlalu sayang, itu akan menyakiti hatimu.
itu akan menyakiti hatinya
kau nyalakan apinya = kau mulai menanamkan cinta padanya
lilinnya meleleh ah hatiku juga meleleh,
ahhh semakin lama semakin panas!
aku tak kuat semua rasa cintaku hanya akan membuat hatiku luka. hiks air mataku tumpah
lelehan lilinnya juga tumpah
tapi ku nikmati semuanya, lilinnya juga menikmati tubuhnya terbakar begitu saja
lilinnya menikmati badannya habis untuk kepentingan orang lain
haha yang bodoh lilinnya atau orang lainnya?
dua duanya cerdas
awalnya lilin itu utuh, tapi kenapa akhirnya habis?
apa? kau mau lilin itu tetap utuh?
yasudah simpan saja baik2 jangan kau gunakan!
harusnya kau jaga lilin itu ahh mengapa kau keluarkan? lalu ada orang yg menyalakannya, yang membuat lilinnya meleleh, dan akhirnya habis
jadi pada intinya
jangan bermain api pada pasanganmu, kasih sayang yg terlalu membara seperti api juga nggak baik.
mending ga usah main api kalo mati lampu pake emergency aja.
dan satu kata hafalanku adalah

NGGAK SELAMANYA LILIN YANG MENYALA AKAN SELALU MENYALA,
APABILA SAATNYA TELAH TIBA LILINNYA AKAN PADAM!

ya sama kayak kisah kisah percintaan anak muda jaman sekarang (tak terkecuali aku lah) semakin membara semakin cepat padamnya!
biasa saja, tiup terus lilinnya agar tak terbakar sedikit pun juga

catatan kecil :)

Bisakah sedikit saja kamu berkata jujur? Lama² aku muak. Bosan dengan tingkah lakumu. Bisakah katakan padaku sedikit saja, bagaimana seharusnya aku bertingkah dihadapanmu? Bagaimana seharusnya aku menghargai perasaanmu? Karena sejujurnya aku tau apa yang kamu sembunyikan.

Jika memang aku menyakitimu, bisakah aku memperbaiki kesalahanku? Bisakah aku mengulang semuanya dari awal? Dimana aku melakukan kesalahan yang mungkin melukaimu hingga kamu berubah, dimana aku mengacuhkanmu yang begitu peduli padaku, dimana aku masih bisa tersenyum ketika melihatmu menangis. Dimana semua sikapku yang mulai mengiris hatimu secara perlahan. Sejujurnya aku tak pernah berniat seperti itu, sejujurnya aku hanya ingin menjagamu dari perkataanku.
Aku selalu mencoba menjaga tingkah dan perkataanku, meski akhirnya kamu menganggap semua itu salah. Meski akhirnya aku merasa keterpurukanku dihadapanmu. Meski akhirnya aku merasa dijatuhkan secara perlahan dengan perkataanmu yang mulai menggoreskan luka. Bisakah sedikit saja kamu lebih memahami aku?
Tak habis fikir aku melihatmu terjatuh, terlalu tolol untuk seorang aku mencampakkanmu. Aku menyadari arti hadirmu dalam hidupku, memang memberi kesan tersendiri dalam duniaku. Tapi entahlah, aku sendiri tak mengerti apa yang ku mau. Aku sadar akan ke-egois-an-ku menilaimu sama seperti dia. Aku sadar akan kebutaan hatiku untuk selalu melihat dan tertegun padanya. Tapi jika kamu berfikir aku tidak pernah melihat ke arahmu itu sangatlah salah.
Seandainya kamu tau, setiap kali kamu merasa terluka saat itu pula aku merasa berdosa, dan terkadang aku ikut menangis dalam lukamu. Saat kamu memberikan sebuah pesan permintaan maaf, ingin rasanya aku menenangkanmu dengan berkata 'semua ini baik² saja' meskipun kenyataannya tdk
Masih banyak yang tidak kamu ketahui dari diriku. Masih banyak cerita tentangku yang tidak kamu tau. Tapi dengan mudahnya kamu menilaiku seperti ini.
Bukankah aku selalu menyakitimu? Bukankah aku yang mengubah pola hidupmu? Dan bukankah aku tidak menghargaimu?
Lantas, untuk apa semua usahaku selama ini? Menenangkanmu disaat kamu terpuruk, menopangmu berdiri disaat kamu terjatuh. Mengkhawatirkan keadaanmu disaat kamu terluka. Aku yang menurutmu hina, tidak pernah meninggalkanmu dengan keadaanmu yang mengkhawatirkan. Meski akhirnya kamu sedikitpun tidak menghargai aku.
Percaya padaku semuanya akan baik² saja, janji padaku semuanya akan berjalan seperti biasanya. Katakan padaku semuanya tidak akan pernah berubah.
Dan seandainya kamu tau, untuk saat ini hanya kamu dan beberapa teman lainnya yang bisa menenangkanku, yang bisa menjagaku. Karena aku yakin, disaat aku terpuruk kamu masih mampu memberiku semangat, disaat aku merasa sendiri kamu masih mau menemaniku dan terjaga disampingku. Meskipun mungkin semua itu hanya sepenggal dari kisah masa lalu kita.
Tapi kisah kita belum berakhir bukan? Masih banyak rahasia diantara kita. Masih ada masalah yang harus kita selesaikan. Meskipun aku tau, itu tidak akan mengubah keadaan menjadi lebih baik.